Menhub Minta Waskita Bangun TOD di Jalur Kereta Bogor-Sukabumi

Kamis,14 Sepember 2017 WIB   /   0 Comment



Harianbogor.com - Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi ingin Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berpartisipasi dalam peningkatan nilai tambah jalur kereta api. Salah satunya dengan membangun hunian di sekitar jalur kereta api.

Budi Karya mengapresiasi upaya PT Waskita Karya (Persero) Tbk dalam pembangunan Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Bogor. Namun, Menhub meminta kepada Waskita Karya untuk tidak hanya membangun TOD di Stasiun Bogor, melainkan juga sepanjang jalur kereta Bogor-Sukabumi.

Budi Karya mengatakan, Kementerian Perhubungan memastikan akan membangun jalur ganda dan elektrifikasi di rute Bogor-Sukabumi ini.

"Saya usulkan juga, mestinya Pak Choliq (Dirut Waskita) berminat bangun TOD, kita kan banyak stasiun setelah Bogor, nah itu kita bisa jadikan TOD-TOD baru. Bahkan, bisa saja TOD itu kita ciptakan tidak di stasiun yang sekarang," kata Menhub di Kementerian BUMN, Senin (11/9/2017).

Dikatakan Budi Karya, ada beberapa kelebihan yang ditawarkan jika nantinya bangun TOD di jalur kereta Bogor-Sukabumi tersebut, salah satunya adalah masih tersedianya lahan yang luas.

Menhub merencanakan akan melakukan ground breakingpembangunan double track Bogor-Sukabumi ini pada 10 November 2017. Di saat yang bersamaan, Menhub juga ingin ada kesepakatan mengenai pembangunan TOD di sepanjanh jalur tersebut.

"Saya minta Ibu (Menteri BUMN) menunjuk BUMN, Waskita boleh, 10 November ada satu peresmian. Jadi kita ground breaking double track bersamaan satu TOD," tegas dia.

Budi Karya siap mengerjakan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun jalur ganda (double track) kereta api Bogor-Sukabumi pada tahun ini. Pemerintah sudah memiliki desain untuk menggarap proyek dengan nilai investasi sekitar lebih dari Rp 400 miliar itu.

"Kita akan buat terobosan double track-nya nanti dibuat dengan jalur lebih landai, derajat pada tikungan lebih kecil, sehingga lebih aman tapi kecepatannya tetap baik," kata Budi Karya di kantornya.

Budi Karya mengungkapkan, alasan percepatan pembangunan jalur ganda kereta api Bogor-Sukabumi untuk mengurai kemacetan kendaraan di jalan raya dengan rute tersebut. Ia mengaku, waktu yang dibutuhkan pengendara mobil dari Bogor ke Sukabumi sekitar 4-5 jam.

"Unbelievable kan jarak tempuh 50 kilometer (km) tapi waktunya 4-5 jam. Itu karena kekurangan prasarana, banyaknya industri, dan terbatasnya angkutan umum. Kan kalau lihat trafik dari Sukabumi ke Bogor atau sebaliknya sangat padat," terang Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu.


Komentar