Tuan Rumah Olimpiade, Ketiga Kali untuk Paris dan Los Angeles

Jumat,15 Sepember 2017 WIB   /   0 Comment



HarianBogor.com - Olahraga, KOMITE Olimpiade Internasional (IOC) secara resmi memutuskan Paris dan Los Angeles sebagai kota penyelenggara dua edisi Olimpiade setelah Tokyo 2020. Paris akan menjadi tuan rumah Olimpiade 2024, sedangkan Los Angeles pada 2028.

Keputusan tersebut diambil dalam pertemuan IOC di Lima, Peru, kemarin. Presiden IOC Thomas Bach menilai itu merupakan <>win win solutions.

"Saya tidak bisa merasa lebih senang lagi jika dibandingkan dengan saat ini. Kami memiliki dua kemungkinan terbaik untuk 2024 dan 2028," ujar Bach.

Bagi Paris, itu akan menjadi kali ketiga mereka menggelar pesta olahraga terbesar sedunia itu. Setelah pertama kali menjadi tuan rumah pada 1900, terakhir kali Paris menjadi tuan rumah Olimpiade satu abad silam, yaitu pada 1924.

Setelah 1924, Paris gagal dalam tiga kali penawaran menjadi tuan rumah. "Merupakan kebahagiaan besar membawa Olimpiade kembali ke Paris setelah 100 tahun," kata Wali Kota Paris Anne Hidalgo.

Seperti Paris, Los Angeles sebelumnya pernah dua kali menjadi tuan rumah, yaitu pada 1932 dan 1984. Terakhir kali, kota di Amerika Serikat yang menjadi tuan rumah Olimpiade ialah Atlanta pada 1996. "Keputusan itu menjadi jawaban yang benar. Ini tentang persaudaraan, persahabatan. Ini tentang menemukan solusi terbaik," ungkap Wali Kota Los Angeles Garcetti.

Sebelumnya, Paris dan Los Angeles menjadi dua kota tersisa dalam persaingan memperebutkan penyelenggaran Olimpiade 2024. Empat kota lain yang sebelumnya mengajukan diri, yaitu Hamburg, Roma, Budapest, serta Boston, mundur karena masalah anggaran dan minimnya dukungan publik.

Mundurnya keempat kota tersebut membuat IOC memutuskan memilih tuan rumah Olimpiade untuk 2024 dan 2028 sekaligus dalam pertemuan di Lima.

"Setelah Tokyo, IOC telah memastikan Paris dan LA menjadi tuan rumah berikutnya. Tiga kota kelas satu secara beruntun akan menjadi tuan rumah ialah hal yang sangat bagus," ungkap Dick Pound, pejabat IOC. (AFP/Wdo/R-3)

Komentar