Tahun Depan, Tarif Listrik Naik atau Turun?

Senin,30 Oktober 2017 WIB   /   0 Comment



Harianbogor.com - Nasional,  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) mengungkapkan, pemerintah tidak ada rencana untuk menaikkan tarif dasar listrik pada tahun 2018 mendatang.

Bahkan, menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng, tarif dasar listrik(TDL) diupayakan turun tahun depan.

"Mudah-mudahan bisa turun," kata Andy saat ditemui di Gandaria City, Jakarta Selatan, Minggu (29/10/2017).

Andy menejelaskan, penurunan TDL bisa dilakukan, dengan catatan pemerintah mampu mengatur harga bahan bakar primer untuk pembangkit listrik mulai dari minyak hingga batu bara.

"Yang menyebabkan listrik naik kan bahan-bahan primer seperti minyak. Batu bara diatur, artinya semakin hari semakin efisien," kata Andy.

Menurutnya, guna menyediakan listrik kepada masyarakat pemerintah pun tengah mengejar pembangunan pembangkit listrik 35.000 Mega Watt (MW). Hal ini dilakukan agar permintaan listrik bisa tercukupi.

Proyek pembangkit listrik sebesar 35.000 MW akan diselesaikan secara bertahap dan diperkirakan pada tahun 2019 mendatang sudah tercapai 29.000 MW dari 35.000 MW yang dicanangkan. "2019 sekitar 29.000 udah beres itu. Sisanya nanti pelan-pelan bertahap," jelasnya. 

Andy mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian ESDM,konsumsi listrik di Indonesia per kapita per tahun hanya 930 kilowatt, jauh lebih rendah dibandingkan negara tetangga yakni Singapura yang mencapai 8.000 kilowatt per kapita per tahun. 

"Singapura 8 kali loh dari konsumsi kita. Malaysia saja 4 kali," kata Andy.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, proyek 35.000 mega watt merupakan proyek yang dicangkan untuk target jangka panjang.

"35.000 mega watt akan selesai 2024-2025. Kalau diselesaikan sekarang demand-nya tidak ada, karena menyesuaikan pertumbuhan ekonomi," paparnya.

Komentar