Harga Yamaha RX King Kian Melambung, Sampai Rp 22 Juta

Selasa,7 November 2017 WIB   /   0 Comment



Harianbogor.com - Otomotif, Pada umumnya, kendaraan bekas akan jatuh harganya ketika dijual kembali, apalagi sudah tidak diproduksi. Namun, tidak demikian dengan Yamaha RX King.

RX King justru mengalami peningkatan harga jual setelah delapan tahun berhenti diproduksi. Bahkan untuk satu unitnya, harga motor sport ini bisa melebihi harga motor bebek keluaran terbaru yang dijual di showroom resmi.

Boy Fajar, pemilik diler motor bekas Asia Mandiri Bersama mengatakan, salah satu faktor yang membuat tingginya harga motor tersebut adalah banyaknya peminat namun tidak seiring dengan jumlah unit yang dijual di masyarakat.

Boy mengatakan, dalam satu bulan bisa mendapat 10 permintaan RX King namun tidak semua permintaan itu bisa dipenuhi. Oleh karena itu, menurut Boy, pembeli berani membayar dengan harga tinggi jika motor yang dijualnya dirasakan cocok.

“RX King sudah tidak diproduksi lagi. Jadi kalau cocok, orangnya berani bayar dengan harga tinggi,” Ujar Boy ditemui di kediamannya di bilangan Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (14/11/2017).

Salah satu Motor RX King tahun 1995 yang dijual Boy Fajar, saat ditemui dikediamannya di bilangan Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (5/11/2017).
Salah satu Motor RX King tahun 1995 yang dijual Boy Fajar, saat ditemui dikediamannya di bilangan Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (5/11/2017).(Fachri Fachrudin)


Faktor lainnya, lanjut Boy, tingginya harga jual motor RX King terkait dengan kondisi dan keaslian atau orisinalitas dari motor itu ketika dijual. Oleh karena itu, menurut Boy, penjualan motor RX King tidak bisa disamakan dengan motor lainnya, biasanya harganya akan menjadi lebih tinggi jika tahun pembuatannya lebih muda.

“Kalau RX king itu enggak melihat tahun (produksinya), tapi lihat kondisi. Kalau bicara full standar itu harganya boleh dibilang istimewa. Kalau (produksi) tahun 2004 dan kondisi motor bagus, harganya bisa sampai Rp 20 juta-an.” Kata dia.

Ia menceritakan, sekitar enam bulan lalu dirinya menjual motor RX King berwarna biru, keluaran tahun 2007. Ketika itu, ada salah seorang peminat yang berani membayar dengan harga yang cukup tinggi, bahkan lebih mahal dari motor bekas lain yang usianya lebih muda.

“RX King tahun 2007 yang pakai peredam, saya jual Rp 22 juta, padahal kondisi standar dan pajak mati sudah dua tahun,” kata Boy yang sudah menggeluti bisnis jual beli motor sejak 14 tahun lalu.

Kemudian belum lama ini, lanjut Boy, dirinya juga menjual RX King keluaran tahun 1991 dengan harga yang cukup tinggi. “Kemarin saya jual (motor RX King) tahun ’91, orisinil standar semua, laku Rp 15 juta,” ujarnya.

Sementara saat ini Boy masih memiliki dua unit motor RX King untuk dijual, yakni RX King keluaran tahun 1995 dan tahun 1997. Kedua motor tersebut sudah mengalami banyak restorasi, baik pada bagian dalam mesin maupun tampilan motor. Mengenai harga, Boy membanderolnya dikisaran Rp 12 juta-an.

Salah satu Motor RX King tahun 1997 yang dijual Boy Fajar, saat ditemui dikediamannya di bilangan Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (5/11/2017).
Salah satu Motor RX King tahun 1997 yang dijual Boy Fajar, saat ditemui dikediamannya di bilangan Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (5/11/2017).(Fachri Fachrudin)


KompasOtomotif mencoba menyambangi sejumlah diler motor bekas lain di bilangan Duren Sawit, Jakarta Timur. Rata-rata diler tersebut sudah tidak memiliki stok motor RX King untuk dijual. “Sudah habis, sudah susah barangnya (motornya),” kata salah satu penjaga diler.

Untuk diketahui, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) selaku ATPM sepeda motor Yamaha memutuskan untuk menyetop produksiRX-King pada 2009 setelah diterbitkan pertama kali pada 1980. Sepanjang rentang waktu itu, penjualan Yamaha RX King sudah menembus 1 juta unit. Pada 2008, misalnya, penjualan menembus angka 12.017 unit dan sampai Februari 2009 sudah mencapai 3.992 unit.

Adapun alasan penghentian produksi, yakni teknologi yang diusung tak lagi sesuai dengan standar emisi gas buang. Motor berkapasitas 135 cc itu berteknologi 2-tak, sementara kini, umumnya motor bermesin 4-tak.


“Kami berhenti memproduksi motor tersebut sejak Februari,” kata Wakil Presiden PT YMKI Dionysius Beti, Selasa (24/3/2009) di Jakarta. Langkah tersebut dilakukan atas mandat dari kantor prinsipal di Jepang.


Komentar