Pergantian Panglima TNI, Penumpukan Perwira Menengah, dan Gerbong Baru

Senin,13 November 2017 WIB   /   4 Comment



Harianbogor.com - Nasional, Desakan kepada Presiden Joko Widodo untuk segara memulai proses pergantian Panglima TNI semakin kencang. Terbaru, desakan muncul dari sejumlah organisasi yang tergabung ke dalam Koalisi Masyarakat Sipil.

Percepatan proses pergantian Panglima TNI Gatot Nurmantyo dinilai penting tidak hanya untuk publik, namun juga bagi internal TNI itu sendiri.

Direktur Imparsial Al Araf mengatakan, salah satu faktornya adalah karena terjadi penumpukan perwira menengah di tubuh TNI atau yang berpangkat kolonel. Hal ini diakibatkan banyak hal, mulai dari rekrutmen hingga regenerasi yang dinilai tidak mulus.

Menurut Al Araf, ada ratusan perwira menengah TNI yang tidak memiliki "pekerjaan" atau ruang untuk menempati jabatan-jabatan tertentu. Bila tidak dicari solusi, maka hal ini dinilai bisa menjadi masalah.


Sebenarnya, TNI sudah memiliki program zero growth atau pertumbuhan jumlah anggota TNI sebesar 0 persen. Program ini dilakukan agar tidak membebani keuangan negara.

Meski zero growth, bukan berarti tidak ada penambahan atau rekrutmen baru di tubuh TNI. Hanya saja, rekrutmen harus seimbang dengan jumlah anggota yang keluar atau pensiun. Misalnya, bila jumlah anggota yang pensiun mencapai 100 orang, maka rekruitmen juga harus 100 orang.

Selain tidak akan membebani anggaran negara, program zero growthjuga diyakini akan membuat regenerasi pimpinan di TNI berjalan lebih mulus.

Namun, kini program itu kembali dipertanyakan lantaran terjadi penumpukan perwira menengah di TNI.

"Ini perlu dipikirkan negara, karena ini akan kurang baik kalau terlalu banyak penumpukan," kata Al Araf di Kantor Imparsial, Jakarta, Minggu (12/11/2017).


Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo melakukan inspeksi pasukan saat peringatan HUT ke-72 Tentara Nasional Indonesia di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, Kamis (5/10/2017). Peringatan HUT TNI ini  TNI dimeriahkan latihan gabungan dengan menggunakan alutsista andalan dari masing-masing matra TNI, Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo melakukan inspeksi pasukan saat peringatan HUT ke-72 Tentara Nasional Indonesia di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, Kamis (5/10/2017). Peringatan HUT TNI ini TNI dimeriahkan latihan gabungan dengan menggunakan alutsista andalan dari masing-masing matra TNI, Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo melakukan inspeksi pasukan saat peringatan HUT ke-72 Tentara Nasional Indonesia di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, Kamis (5/10/2017). Peringatan HUT TNI ini TNI dimeriahkan latihan gabungan dengan menggunakan alutsista andalan dari masing-masing matra TNI, Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. (KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO)
Gerbong baru

Harapan adanya solusi terhadap persoalan penumpukan perwira menengah TNI muncul menyusul akan pensiunnya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam waktu dekat.

Koalisi Masyarakat Sipil menilai, pergantian Panglima TNI bisa membawa adanya regenerasi baru para pimpinan militer. Apalagi, Gatot adalah representasi angkatan yang sangat senior yaitu 1982.

"Gerbong di bawahnya akan bergerak. Apalagi beliau angkatan 1982, maka gerbong di bawahnya akan naik ke level jabatan-jabatan baru," ucap Al Araf.

Sedangkan Wakil Direktur Imparsial Gufron Mabruri mengatakan, proses pergantian Panglima TNI perlu dipercepat. Salah satu alasanya yaitu akan membantu memperlancar proses transisi manajerial organisasi di dalam tubuh TNI.

Sementara itu, Indra dari Setara Institute mendesak Presiden agar serius mencermati setiap calon kandidat Panglima TNI baru. Pimpinan lembaga militer itu wajib memenuhi beberapa syarat yakni tidak berpolitik, ahli di bidangnya, dan tunduk kepada perintah otoritas sipil.

Hal itu dinilai penting lantaran Indonesia akan menggelar agenda politik pemilihan, mulai dari Pilkada 2018, serta pemilu legislatif dan pemilu presiden pada 2019.

"Di tengah dinamika itu, dibutuhkan Panglima TNI baru yang tegas dan mampu menjaga netralitas dan profesionalisme militer," kata Indra.


( Dikutip dari kompas.com)

Komentar




yeezy boost Sabtu,18 November 2017 WIB

I抦 impressed, I have to say. Really rarely do I encounter a weblog that抯 each educative and entertaining, and let me inform you, you could have hit the nail on the head. Your concept is excellent; the problem is something that not sufficient individuals are talking intelligently about. I am very blissful that I stumbled throughout this in my search for something referring to this. yeezy boost http://www.yeezyboost.in.net

Adidas NMD PK Runner men Brown black Sabtu,18 November 2017 WIB

Youre so cool! I dont suppose Ive read anything like this before. So nice to seek out someone with some original ideas on this subject. realy thanks for starting this up. this web site is something that is wanted on the net, somebody with somewhat originality. useful job for bringing one thing new to the internet! Adidas NMD PK Runner men Brown black http://www.adidas-nmds.us.com/adidas-nmd-pk-runner-men-brown-black-p-31.html

adidas nmd Senin,20 November 2017 WIB

Can I simply say what a relief to seek out somebody who actually is aware of what theyre speaking about on the internet. You undoubtedly know methods to bring a problem to mild and make it important. More individuals must read this and understand this side of the story. I cant consider youre no more widespread because you definitely have the gift. adidas nmd http://catb.in/d9oE

yeezy shoes Selasa,21 November 2017 WIB

This is the appropriate weblog for anyone who desires to find out about this topic. You notice so much its almost exhausting to argue with you (not that I truly would need匟aHa). You undoubtedly put a brand new spin on a subject thats been written about for years. Nice stuff, simply great! yeezy shoes http://fc.cx/8ubfy