Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di Bogor

Rabu,6 Desember 2017 WIB   /   1 Comment



Harianbogor.com, Berita Bogor - Kelangkaan gas elpiji ukuran tiga kilogram terjadi hampir merata di sejumlah wilayah di Bogor. Sulitnya mendapatkan gas ukuran tiga kilogram itu menyebabkan warga terpaksa harus mengantre berjam-jam di agen penjualan gas yang jauh dari wilayah rumahnya.

Kelangkaan gas tiga kilogram atau gas melon ini sudah mulai terasa sejak seminggu lalu. Namun, sejak dua hari belakangan, kondisi ini menjadi ramai setelah banyak laporan dari warga.

Selain itu, harga ditingkat eceran juga mengalami kenaikan mencapai Rp 24.000 per tabung gas.

Salah satu ibu rumah tangga, Desi (29) warga Kebon Kelapa, Kota Bogor mengaku, sudah sepekan ini sulit untuk mendapat gas bersubsidi tersebut. Desi terpaksa harus mencari hingga jauh keluar daerah tempat tinggalnya.

"Harganya juga naik, sekarang Rp 24.000 dari biasanya cuma Rp 20.000 atau Rp 21.000 per tabung. Pengeluaran kan jadi nambah, ongkos juga jadi besar," ucap Desi, Selasa (5/12/2017).

Kondisi serupa juga dirasakan Lela (30) warga Paledang, Kota Bogor. Dirinya mengaku sulit mendapatkan gas ukuran tiga kilogram sejak dua pekan kemarin.

"Sudah dua minggu belakangan ini gas tiga kilo susah di pasaran. Saya cari gas sampai ke kampung tetangga juga tidak ketemu. Akhirnya nemu di pangkalan, itu pun pembeliannya terbatas," kata Lela.

Ia berharap, supaya pemerintah segera mengatasi kelangkaan tersebut. Menurutnya, dengan kondisi seperti ini, banyak ibu rumah tangga dan pedagang kesulitan untuk keperluan memasak ataupun berjualan.

Salah satu pengecer gas, Agus Triyatna (33) mengatakan, saat ini memang gas ukuran tiga kilogram atau gas melon tidak sampai di tingkat pengecer atau warung. Gas baru bisa dibeli di tingkat agen.

"Gas sampenya di tingkat agen. Di warung sudah enggak kebagian. Informasi dari agen sih, katanya keterlambatan pengiriman," ujar Agus.

Dalam satu bulan, sambung Agus, warungnya dapat menjual sekitar 25 tabung gas ukuran tiga kilogram. Namun sudah sepekan ini dirinya belum berani mengambil ke agen karena harga di agen mencapai Rp 20.000 per tabung.

"Sekarang belum berani ngambil lagi, harganya mahal," tutur dia.

Sementara itu, Endro (48), salah seorang agen elpiji di Tanah Baru, Bogor Utara, sudah merasakan kelangkaan gas tersebut sejak sepekan lalu.

Menurutnya, kelangkaan itu terjadi bukan karena keterlambatan pasokan dari pusat ke agen, melainkan meningkatnya penggunaan di tengah tingginya penyelenggaraan pesta pernikahan.

Tiap pesta, kata dia, bisa menghabiskan lima sampai sepuluh tabung elpiji tiga kilogram. Kelangkaan ini pun menyebabkan antrian di tempatnya meningkat.

“Warga banyak berdatangan ke tempat saya, ngantre. Enggak tahu asalnya dari mana aja. Mereka nanya soal keberadaan gas melon," tuturnya.