Politik

X-one Turuti Pemkot Ubah Konsep Usaha

Harianbogor.com – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor masih mengkaji pengajuan pembuatan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) dua Tempat Hiburan Malam (THM) Lipps Club dan X-One Club di Sukasari, Kecamatan Bogor Timur.

Kepala DPMPTSP Kota Bogor Denny Mulyadi mengaku akan mengkaji terlebih dahulu, apabila ada pengajuan pembuatan izin TDUP dari kedua pengusaha THM tersebut. “Pengajuannya belum masuk, tetapi pihak X-One ada keinginan untuk mengubah konsep usahanya. Sedangkan Lipss sendiri belum jelas, karena tidak hadir dalam rapat THM, Kamis (1/2) sore dengan wali kota,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Denny menerangkan, nantinya akan ada perwali kepariwisataan sesuai hasil rapat DPMPTSP bersama Bagian Hukum Pemkot Bogor, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud). “Untuk izin minuman alkohol (minol) dari Disperindag, akan ada regulasi aturan lokal perwali atau perda. Untuk hal teknis dinas lain. Ada 26 THM di Kota Bogor, 19 THM yang sudah berizin lengkap, mulai dari TDUP dan izin lainnya. Dari total segitu, ada tiga THM yang tutup,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Disparbud Kota Bogor Shahlan Rasyidi mengungkapkan, ada beberapa persyaratan yang harus ditempuh pelaku usaha, seperti pemilik THM. “Permohonan pendaftaran diajukan pengusaha pariwisata, dengan mengertakan dokumen persyaratan. Jika perseorangan, yakni fotokopi KTP dan perizinan teknis pelaksanaan untuk perseorangan,” ucapnya.

Dia menambahkan, untuk badan usaha, harus menyertakan akta pendirian badan usaha dan perubahannya, serta fotokopi NPWP-nya. “Selain itu, harus ada surat perizinan teknis usaha pariwisata, sesuai undang-undang,” ujarnya.

Kemudian, ada syarat tambahan bagi tiga kriteria lain, diantaranya khusus usaha daya tarik wisata, usaha kawasan pariwisata, dan usaha jasa transportasi wisata. “Ada fotokopi hak pengelolaan pemilik, surat hak atas tanah,” imbuhnya

Sebelumya, Walikota Bogor Bima Arya menegaskan, agar diskotek X-One dan Lipss mengubah konsepnya menjadi tempat yang lebih ramah sehingga tidak mendatangkan mudarat. “Kalau mau buat kafe, restoran silahkan, tapi tidak lagi ada diskotek, meja DJ termasuk tidak lagi ada Pemandu Lagu (PL). Kalau Masterpiece, Inul Vista masih boleh karena karaoke keluarga konsepnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, jika tidak mengubah konsep dan tidak ada izinnya maka pihaknya akan memproses untuk ditutup serta disegel dengan melayangkan surat peringatan beberapa kali, tetapi kalau sudah ada izin itu tidak menjadi masalah. “Kalau penjualan minuman beralkohol kan semuanya ada aturannya, dimana yang boleh jual dan tidak saya kembalikan lagi ke aturan,” pungkasnya.

Dilansir dari Metropolitan.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *