Pemerintah

Bulan April, PPP Putuskan Nama Cawapres untuk Jokowi

Harianbogor.com, Pemerintah – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengungkapkan, partainya akan menggelar munas alim ulama pada April 2018. Dalam ajang itu dia akan mendengarkan masukan tentang sosok yang diajukan menjadi bakal calon Wakil Presiden Jokowi.

“Sampai akhir ini PPP masih mencermati siapa yang masuk dalam kebutuhan tadi. Kami juga masih mendengarkan suara dari para ulama,” kata Romahurmuziy di Jatinagor, Jawa Barat, Kamis, 8 Maret 2018.

Romi, panggilannya, mengungkapkan PPP sudah resmi mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi. Selanjutnya tinggal memperkuat dan mensosialisasikan keputusan itu kepada tingkah bawah.

“Dan juga mencari pendamping yang tepat untuk Pak Jokowi supaya meraih apa yang kemarin belum diraih,” ucap Romi.

Pada Pemilu 2014, Jokowi tidak menguasai perolehan suara di sembilan provinsi dan 107 kabupaten/kota. PPP akan berupaya keras agar Jokowi dapat mendulang suara signifikan di tempat-tempat tersebut.

“Ini tempat yang sekarang kami bekerja keras untuk membalikkan posisi,” ucap Romi optimistis.

Karena itu, PPP tidak akan melihat nama dalam cawapres, tapi mencari sosok atau kriteria yang dibutuhkan Jokowi.

“Ada lima kebutuhan yang kami lihat. Pertama, menjaga narasi besar NKRI yang dibangun di atas nasionalisme dan agama. Kedua, kebutuhan menjawab generasi milenial sekitar 39 persen pemilih kita usia 40 tahun ke bawah di 2019,” jelas Romi.

Ketiga, PPP melihat Jokowi membutuhkan pendamping untuk kompetensi. Karena sudah ada era destruksi ekonomi, transformasi digital dan semua itu membutuhkan sentuhan dari masyarakat milenial.

“Keempat kebutuhan elektabilitas, meskipun ini tidak mutlak karena elektabilitas Pak Jokowi tinggi. Kelima, kebutuhan untuk bisa nyaman,” pungkas Romi.

Tak Ada Poros Ketiga

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuzy atau Romi yakin langkah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mendatangi para tokoh politik menandakan Demokrat akan merapat ke Joko Widodo atau Jokowi di Pilpres 2019.

Dia menuturkan, yang dilakukan AHY bukan hanya sekadar memperbaiki komunikasi politik Demokrat selama ini dengan partai pendukung pemerintah.

“Tidak hanya memperbaiki hubungan dengan partai koalisi, tetapi menunjukkan sinyal dukungan pada Pak Jokowi,” ucap Romi.

Dengan mengundang Jokowi ke Rapimnas Demokrat, maka semakin menguatkan tidak akan terbentuknya poros tiga di pilpres.

“Kalau sinyal dari Demokrat seperti akan mengundang Pak Jokowi besok di rapimnas mereka, itu seperti menunjukkan Demokrat tidak akan membangun poros sendiri. Poros ketiga,” ungkap Romi.

Dia menuturkan, dalam politik harus melihat tanda-tanda yang ada, sehingga apa yang dilakukan Demokrat dan AHY tak menunjukan hal tersebut.

“Tanda-tandanya tak menunjukkan kemungkinan poros itu akan terwujud,” tukas Romi.

Dilansir dari Liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *