Opini

Skandal Facebook, Apa yang Harus Diantisipasi Pemerintah?

Opini, Yose Rizal

Kebocoran puluhan juta data penggguna Facebook membuat perusahaan teknologi pemilik aplikasi WhatsApp dan Instagram tersebut mengalami krisis. Skandal ini menjadi salah satu yang terbesar, bahkan terparah, yang pernah dialami raksasa media sosial tersebut.

Cambridge Analytica dilaporkan terlibat dalam skandal kebocoran data itu. Firma yang pernah bekerja dengan tim kampanye Donald Trump saat pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2016 itu dituding menggunakan jutaan data pengguna Facebook untuk membuat sebuah software, yang bisa memprediksi dan mempengaruhi pemilihan suara.

Kebocoran data pribadi pengguna Facebook tentu sangat mungkin terjadi di Indonesia. Data pribadi pengguna di Tanah Air yang tersimpan di Facebook juga rentan digunakan untuk kepentingan politik, mengingat tahun depan akan ada pemilihan presiden.

Seperti diketahui, Facebook membuka kerja sama dengan pengembang-pengembang untuk mengakses informasi pengguna dengan tujuan yang telah disepakati antara keduanya. Misalnya, pengembang membuat aplikasi kuis.

Saat pengguna hendak mengikuti kuis itu, sebenarnya mereka meminta akses atas data-data di Facebook. Namun, kebanyakan orang tidak sadar apa saja yang diakses oleh pengembang aplikasi tersebut. Apakah hal itu berarti ilegal? Tidak juga. Sebab pengguna memberikan izin untuk mengakses data miliknya.

Untuk kasus kebocoran data Facebook yang kini ramai diberitakan, yang terjadi sebenarnya adalah Cambridge Analytica menyalahgunakan peruntukan data Facebook. Cambridge Analytica mengatakan kepada Facebook, data-data tersebut digunakan untuk keperluan penelitian, tetapi kenyataannya justru dipakai untuk kampanye politik.

Jadi sebenarnya data pengguna bisa diakses banyak pihak. Pada dasarnya media sosial bukanlah media yang bersifat pribadi, sebab informasi yang ada di sana bisa dilihat banyak orang. Oleh karena itu, jika seseorang memiliki data yang sifatnya pribadi, sebaiknya tidak dibagikan ke media sosial.

Jadi, ini bukan hanya kewajiban Facebook, tetapi juga pengguna yang harus bijak saat membagikan informasi pribadi serta saat memberikan akses ke data-datanya. Akses pada data itu sendiri ada di tangan pengguna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *