Kuliner

Alasan di Balik Sambal Indonesia Belum Mendunia

Gochujang dari Korea Selatan, Wasabi dari Jepang, Chili Oil dari China, Sriracha dari Thailand, dan Salsa dari Meksiko, merupakan sederet jenis sambal yang terkenal hingga berbagai penjuru dunia.

Sayangnya, dari berbagai jenis racikan cabai itu belum ada sambal yang berasal dari Indonesia. Padahal, Indonesia yang terkenal dengan masakan pedasnya punya beragam variasi olahan sambal.

Pemerintah Indonesia melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengaku saat ini belum memasukkan sambal Indonesia sebagai prioritas untuk dikenalkan ke mancanegara. Saat ini Bekraf tengah gencar melakukan promosi soto dan kopi Indonesia ke dunia.

“Saat ini sambal belum secara spesifik masuk ke dalam program, tapi kami sudah lirik-lirik bahwa ini merupakan salah satu potensi. Mudah-mudahan setelah ini bisa dimasukkan dalam program,” kata Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Simandjuntak kepada CNNIndonesia.com.

Untuk memperkenalkan kuliner Indonesia termasuk sambal secara masif ke mancanegara, Joshua menjelaskan perlu dilakukan beberapa tahapan. Mulai dari melakukan pendataan untuk mempermudah strategi hingga memasarkannya ke luar negeri.

Selain itu, perlu dipastikan bahwa industri kuliner sambal di dalam negeri sudah berjalan dengan baik dan siap di bawa ke pasar global.

“Tantangan pertama itu ada di mata rantai produksi. Bagaimana kesiapan sambal itu sendiri, apakah bahan mentahnya mencukupi atau tidak? Karena otomatis ada peningkatan volume,” tutur Joshua.

Tantangan lain juga datang dari segi promosi pada pihak asing. Menurut Joshua, tingkat kepedasan rata-rata dipengaruhi oleh budaya. Joshua mencontohkan rasa pedas Amerika Serikat yang banyak terpengaruh dari rasa pedas cabai jalapeno daari Meksiko.

“Ini tantangan juga karena pedas Indonesia berbeda dengan pedas Amerika,” ujar Joshua.

Sementara itu, dari kalangan koki, Chef Ragil Imam Wibowo menilai sebenarnya orang asing sudah mulai berpikiran terbuka terhadap rasa pedas. Sehingga terdapat peluang untuk memperkenalkan sambal Indonesia ke luar negeri. Namun, dia menyarankan agar pemerintah memperkenalkan makanan Indonesia secara terfokus agar tidak membuat orang asing kebingungan.

“Sebaiknya diperkenalkan satu-satu dulu supaya enggak bingung,” ujar Chef Ragil.

Sementara itu, menurut Chef Billy Kalangi, promosi sambal dari Indonesia ke dunia internasional terhambat lantaran sulit menembus selera dan budaya asing terhadap sambal terutama negara barat. Chef Billy menjelaskan orang Eropa dan Amerika tak terbiasa dengan rasa pedas dari cabai Indonesia sehingga pemasaran ke luar negeri menjadi pelan.

“Sebenarnya sudah dipromosikan ada rendang, nasi goreng pakai balado tapi bali lagi ke daya konsumsi. Kalau Asia cenderung masih bisa menerima tapi kalau Barat mereka cenderung menolak karena rasa yang pedas,” kata Chef Billy kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *