Wisata

Ambisi Biak Sebagai Gerbang Baru Wisatawan ke Papua

Pulau Biak sedang diarahkan untuk menjadi pintu masuk pariwisata Provinsi Papua. PT Angkasa Pura 1 (Persero) berkomitmen kepada pemerintah daerah Kabupaten Biak Numfor, untuk menyiapkan Bandar Udara Frans Kaisiepo sebagai pintu masuknya.

Staf khusus Menteri Pariwisata Bidang Infrastruktur, Judi Rifajantoro, mengatakan program kolaborasi pengembangan daerah tujuan wisata Collaborative Destination Development (CDD) yang digagas PT Angkasa Pura 1, akan mampu mendukung program pemerintah kabupaten Biak Numfor di bidang pembangunan pariwisata.

“Keterlibatan nyata BUMN tidak hanya dalam upaya memperkuat sencana ini dari sisi usaha saja, tapi juga dalam bidang sosial untuk membantu pemerintah daerah dan masyarakat mengembangkan dirinya,” ungkap Judi Rifanjantoro, seperti yang diberitakan Antara, Kamis (12/4).

Sementara itu Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura 1, Devi Suradji, mengatakan semua masukan, informasi, dan hambatan yang ditemukan dalam mengembangkan Biak sebagai pintu masuk pariwisata Papua menjadi kajian bersama AP 1, Pemkab Biak serta pemangku kepentingan yang lain.

“Sinergi antarelemen harus dikuatkan. Event-event tersebut harus dioptimalkan dan didayagunakan. Tujuannya, untuk mengangkat semua potensi pariwisata yang dimiliki daerah. Dengan begitu, jumlah kunjungan wisman akan terus tumbuh,” Terkait pariwisata di Biak, Pelaksana harian Bupati Kabupaten Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra, menmaparkan beberapa potensi alam di Biak yang dapat memikat pengunjung. Khususnya mereka yang gemar panorama pantai dan bawah laut.

“Ada berbagai pantai di Biak dan Taman laut Padaido, tentu ini menyenangkan bagi wisatawan yang hobi melakukan selam. Panorama alamnya mempunyai kesamaan dengan Kabupaten Raja Ampat,” kata Markus Mansnembra.

Selain itu, Markus melanjutkan, objek wisata sejarah berupa peninggalan sisa perang dunia II masih bisa dijumpai di Kabupaten Biak Numfor, bisa menjadi daya tarik lain bagi para wisatawan.

Menurutnya, potensi wisata yang ada di Kabupaten Biak Numfor dapat dijual apalagi dengan didukung perkembangan lalu lintas penerbangan di Bandara Frans Kaisiepo yang terus meningkat.Bandar Udara Frans Kaisiepo memiliki landasan pacu (runway) sepanjang 3.517 meter. Bandara tersebut dibangun pada masa Perang Dunia II tahun 1940-an, saat itu dinamakan Bandara Mokmer.

Pada era 1980-an bandara Frans Kaisiepo Biak pernah melayani penerbangan Internasional dengan rute Los Anggeles-Honolulu-Biak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *