Lifestyle

Safe Travel, Aplikasi Wajib bagi WNI Selama di Luar Negeri

Kementerian Luar Negeri memanfaatkan kemajuan teknologi komunikasi dan infomasi guna melindungi Warga Negara Indonesia (WNI) dan Tenaga Kerja Indonesia dengan meluncurkan aplikasi ‘Safe Travel’ yang berbasis Android dan iOS.

Dalam aplikasi Safe Travel, ada layanan bantuan jika WNI atau TKI menemui masalah di negaranya. Mereka yang menemui masalah tinggal menekan ‘Tombol Panik’ yang otomatis mengirimkan data lokasi tempat kejadian perkara ke pihak kedutaan besar Indonesia setempat. Selain itu aplikasi Safe Travel juga memuat informasi lengkap mengenai tingkat keamanan 180 negara di dunia yang ditandai dengan indikator warna.

Tak ketinggalan informasi mengenai restoran, tempat ibadah, objek wisata, kurs mata uang, lapor diri, pelaporan paspor hilang, komunitas WNI setempat, hingga kantor kedutaan besar Indonesia di ratusan negara tersebut.

“Kami memandang penting memanfaatkan teknologi dalam menghadapi situasi keamanan WNI dan TKI yang berada di luar negeri, baik untuk sementara ataupun menetap. Aplikasi ini dapat diunduh secara gratis,” tutur Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dalam peluncuran aplikasi Safe Travel di Jakarta, Sabtu (14/4), seperti yang dilansir dari Antara. 

Retno lanjut menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi Safe Travel terinspirasi dari bencana gempa bumi yang melanda Nepal pada tahun 2015.

Aplikasi Safe Travel telah dikenalkan sejak Januari 2017 dengan versi beta. Baru pada awal bulan ini sistem operasi aplikasi tersebut disempurnakan dan resmi diluncurkan.

Selain meluncurkan aplikasi Safe Travel, untuk mengoptimalkan perlindungan terhadap WNI, Kemenlu juga secara resmi meluncurkan situs www.peduliwni.kemlu.go.id.

“Kalau portal peduli WNI lebih mengedepankan security, sehingga tidak ada mobile version-nya. Sedangkan aplikasi Safe Travel memiliki unsur fun dan bisa diunggah pada handphone jenis android karena menyasar para pelancong Indonesia,” kata Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Lalu Muhammad Iqbal.

Iqbal mengatakan situs www.peduliwni.kemlu.go.id yang sudah siap sejak Januari 2018 terintegrasi dengan data Dukcapil (Kementerian Dalam Negeri), SIMKIM Imigrasi (Kementerian Hukum dan HAM), dan KTKLN BNP2TKI.

Pengisian data di portal ini paling nyaman dilakukan lewat komputer karena formatnya web-based.

Retno menganggap pengembangan aplikasi ini sangatlah diperlukan. Pasalnya, tren kunjungan WNI ke luar negeri semakin meningkat setiap tahunnya.

Hingga saat ini, sebanyak 2.978.446 orang WNI berada di luar negeri.

Dari jumlah tersebut, mayoritasnya atau sebesar 2.825.939 orang, merupakan pekerja migran. Sisanya terdiri atas pelajar dan Anak Buah Kapal (ABK).

Sementara itu sepanjang tahunnya tercatat sebanyak 18 juta orang WNI berpergian ke luar negeri untuk keperluan wisata, termasuk wisata religi (haji dan umroh).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *