Politik

Tim JADI Minta Aparat Bertindak Cepat Tangkap Pelaku Provokatif Sampai Ke Dalang Intelektualnya

Harianbogor.com – cibinong – Menanggapi pemberitaan beredarnya poster pasangan calon (Pasalon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bogor nomor urut dua, yang bertuliskan angka tiga pada foto dan logo pasangan tersebut, sontak membuat geram pendukung paslon Bupati dan Wakil Bupati Bumi Tegar Beriman nomor urut tiga Jaro Ade – Ingrid Kansil (JADI).

Ketua Badan Pemenangan Pemilu Paslon nomor urutTim JADI Minta Aparat Bertindak Cepat tiga Arman Salam mengaku, sangat menyayangkan adanya penyebaran poster tersebut yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Ditambah lagi dengan memakai identitas paslon lain, demi mendapatkan simpati dari masyarakat.

“Ini namanya maling teriak maling, trick politik murahan pencatutan nomor urut,” tuturnya.

Kang Arman, sapaan akrabnya menjelaskan, warga Kabupaten Bogor sudah tahu betul nomor urut tiga merupakan nomor milik pasangan Jaro Ade – Ingrid Kansil, hal itu merupakan tindakan yang sangat tidak terpuji, bahkan cenderung memfitnah pihaknya yang melakukan itu semua. Mendompleng nomor urut paslon yang memiliki kekuatan besar dengan masa yang banyak, merupakan satu tindakan yang sangat merugikan bagi pihaknya.

“Gaya seperti ini memang banyak dilakukan paslon yang lemah terhadap paslon yang dianggap paling kuat,” jelasnya.

Kejadian tersebut, sambungnya, akan menimbulkan beberapa reaksi dikalangan masyarakat, terutama para pendukung paslon nomor urut tiga. Pencatutan nomor urut yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab akan berdampak pada pola pikir masyarakat, seolah-olah pihaknya yang telah melakukan hal tersebut, yang nantinya bakal berujung pada munculnya image negatif.

“Kalau mau mendapat simpati dari masyarakat jangan seperti ini caranya, pakai cara yang bersih dan budayakan selalu politik sehat. Biarkan masyarakat sendiri yang menilai, jangan menggunakan cara kotor, dan tidak terpuji seperti ini,” tegasnya.

Lebih dalam Arman menilai, kejadian itu merupakan salah satu startegi yang digunakan oknum lawan, dalam mempeharuhi masyarakat, khususnya para pemilih. Penggiringan opini publik merupakan salah satu alasan kuat yang melatar belakangi modus kecurangan, dan tindakan tidak terpuji tersebut.

“Ada upaya Menggiring opini kalau nomor tiga itu salah satu pasangan calon bupati perempuan, itu salah karena Jaro Ade seorang laki-laki bukan perempuan. Selain pencatutan nomor urut, ini juga pencatutan jenis kelamin” pungkasnya.

Hal senda dikatakan Ketua Tim Advokasi Pasangan JADI (Jaro Ade – Ingrid Kansil) Samsul Hidayat. Menurutnya, pemasangan atau pemuatan foto paslon nomor urut dua dengan nomor tiga telah merugikan paslon nomor urut tiga, yakni Jaro Ade dan Ingrid Kansil.

“Kami meminta aparat mengusut tuntas pelaku provokasi pemasangan poster tersebut,” tuturnya.

Dirinya juga meminta, Panwaslu dan Polres Bogor memproses secara hukum pelaku perusakan alat peraga kampanye (APK) paslon nomor urut tiga, serta pelaku provokasi yang telah melakukan tindak pidana mengganggu kampanye paslon nomor urut tiga.

“Selama kampanye kami selalu menjaga kondusifitas, santun, dan menghindari perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum,” tandasnya.

Wartawan : Daus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *