Hot News Nasional

Aksi Teror Keluarga ‘Pengantin’ demi Masuk Surga Bersama

Harianbogor.com — (JI) Nasir Abbas menjelaskan pelibatan istri dan anak-anak bukan sebagai pengalih agar tidak dicurigai aparat maupun warga di sekitar lokasi target pengeboman. Nasir menilai istri dan anak-anak diajak oleh pelaku teror untuk berjihad karena pengaruh yang ditanamkan sejak lama.

Biasanya, kata Nasir, seorang ayah sebagai kepala keluarga akan menanamkan rasa kebersamaan dan pola pikir jihad di dalam keluarganya. Sehingga ketika akan melakukan jihad, yang menurut mereka imbalannya adalah surga, maka sang ayah akan mengajak serta istri dan anak-anaknya.

Mereka takut nanti kalau suaminya mati ya sudah ya kan hidupnya bakal susah,” kata Nasir.

Menurut Nasir, metode ini sudah lama diterapkan oleh kelompok teroris di Suriah. Namun di Indonesia merupakan hal yang baru.

Dahulu, lanjut Nasir, para teroris di Indonesia lebih memilih meninggalkan surat wasiat yang ditujukan kepada istri atau keluarga sebelum melakukan aksi. Ini seperti yang dilakukan oleh gembong teroris Nurdin M Top beberapa tahun silam.

“Jadi, bedanya dulu itu istri tidak tahu. Tapi sekarang istri dikasih tahu. Ketika istri tahu, maka istrinya jadi berpikir, ‘kalau kamu pergi aku gimana?’ Kalau sudah (takut) begitu dia akan ikut (beraksi),” kata Nasir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *