Hot News Nasional

30 Menit Ceramah Perpisahan Pelaku Bom Polrestabes Surabaya

 Harianbogor.com Rumah berpagar hitam dengan tembok warna oranye berdiri di Jalan Tambak Medokan Ayu VI, Surabaya, Jawa Timur. Di rumah tersebut, Tri Murtiono, terduga pelaku bom bunuh diri di Markas Polrestabes Surabaya tinggal.

Tri tinggal bersama istri, Ernawati dan ketiga anaknya. Ia baru tinggal di rumah yang dikontraknya sekitar tiga bulan.

Perawakan Tri tak besar. Dia berjenggot. Celana yang dipakainya selalu di atas mata kaki.

Selama tinggal di kawasan Medokan, Tri terbilang jarang bergaul dengan sekitar. Sesekalinya keluar rumah, saat Tri membeli air mineral galon maupun ikut giliran meronda di lingkungan perumahan.

Sebelum berangkat ke Markas Polrestabes Surabaya, Senin (14/5) pagi, Tri sempat memesan air mineral kemasan galon ke tetangga, yang berada sekitar 500 meter dari rumahnya.

“Saya baru melihat wajahnya belakangan ini, satu minggu ini. Biasanya beli air sendiri, terakhir kemarin ini minta dikirim,” kata penjual air mineral kemasan galon, Kasda di depan rumahnya, Selasa (15/5).

Tri awalnya memesan air galon itu pada Minggu (13/5) malam. Namun karena Kasda tengah ada acara, baru pagi harinya, Senin (14/5) sekitar pukul 06.00 WIB, Kasda mengantar air galon itu ke rumah Tri.

Tri sendiri yang menerima air galon kiriman Kasda sekitar pukul 06.00 WIB kemarin.

Kasda mengaku sempat berbincang sekitar 30 menit dengan Tri. Awalnya, Kasda bertanya mengenai pekerjaan Tri, yang baru tinggal di kawasan perumahannya itu. Tri mengaku jual-beli alumunium.

Kasda agak sangsi Tri pebisnis almunium. Pasalnya, selama ini Kasda tak pernah melihat alumunium di sekitar rumah Tri.

“Dia (Tri) mengaku jual alumunium, cuma barangnya sedikit,” tuturnya.

Saat Kasda menyinggung ledakan bom di tiga gereja, Minggu (13/5) pagi, Tri mendadak langsung mendominasi pembicaraan. Malah, kata Kasda, terdengar seperti menceramahi. Tri saat itu menyampaikan hal-hal berbau agama dan kehidupan.

“Ceramahi tentang kehidupan sebenarnya gimana. Cuma saya diam saja karena diceramahi,” tuturnya.

Raut muka Tri juga berubah saat tengah berceramah. Bahkan, menurut Kasda, Tri seperti akan menangis ketika berbicara di pagi hari itu. Kasda tak menanggapi apa yang disampaikan Tri tersebut

“Seperti mau menangis. Saya dengarkan saja,” ujarnya.

Setelah memberikan ceramah, Tri kemudian pamit untuk pergi kerja. Tri pamit dan menyudahi pembicaraan sekitar pukul 06.30 WIB.

“Maaf sudah siang, saya mau berangkat kerja,” kata Kasda menirukan ucapan Tri.

Kasda saat itu tak tahu Tri akan pergi ke mana. Namun kemudian dia mendapati heboh pemberitaan Mapolrestabes Surabaya diserang bom motor sekitar pukul 08.50 WIB.

Ketua RT 008 Suwito mengatakan Tri merupakan tipe orang yang kurang berinteraksi dengan warga lainnya. Suwito menyebut Tri orang yang biasa saja dan mengaku sebagai pengusaha teralis.

“Saya lihatnya justru sering keluar setelah maghrib. Enggak tahu kembalinya kapan. Hari-hari jarang lihat. Keluarganya juga,” tuturnya.

Tri Murtiono diduga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya kemarin, Senin (14/5) pagi. Ia melakukan aksi bom bunuh diri bersama sang istri, Tri Ernawati serta ketiga anaknya, MDA, MDS, dan AAP.

Namun, anaknya yang berinisial AAP selamat. Sementara Tri beserta istri dan kedua anaknya yang lain tewas akibat ledakan bom tersebut.

Kini AAP yang selamat masih dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara karena mengalami sejumlah luka akibat ledakan bom.

Sumber dari — CNN Indonesia 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *