HARIANBOGOR.COM – Prabowo Subianto, calon presiden nomor urut 2, menghadiri deklarasi Relawan Pedagang Indonesia Maju (RAPIM) bertempat di Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (8/12/2023).
RAPIM mendukung dirinya dan calon wakil presiden (cawapres), Gibran Rakabuming Raka dalam kontestasi Pilpres 2024 mendatang.
Pada kesempatan itu, Prabowo mengungkap bahwa dirinya juga sempat menjadi pedagang usai pensiun sebagai prajurit TNI.
Dengan demikian, lanjut Prabowo, ia bisa memahami bagaimana beratnya menjadi seorang pedagang.
“Saya mantan tentara, mantan prajurit dan sesudah saya berhenti dari tentara, prajurit, saya menjadi pedagang dan saya mengerti, saya paham betapa berat menjadi pedagang” ujar Prabowo.
Baca artikel lainnya di sini : Ingin Kemiskinan Hilang dari Indonesia, Capres Prabowo Subianto: Perlu Tekad yang Tulus
Ia juga mengungkap bahwa pedagang Indonesia memiliki ciri khas, yakni tidak boleh kelihatan bahwa dia rugi, apalagi di hadapan keluarga.
“Yang penting istri dan keluarga tidak boleh tahu bahwa kita sedang ada masalah dan kita enggak punya uang,” kata Prabowo yang disambut tawa oleh para peserta deklarasi.
Berbicara mengenai kemampuan untuk mengambil keputusan, Prabowo menyebut bahwa terdapat persamaan di antara pedagang dengan komandan pasukan tempur.
Baca Juga:
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
CGTN: Awal yang Solid dalam Repelita Ke-15 Tiongkok, Apa Maknanya?
Lihat juga konten video, di sini: Momen Gemoy Calon Presiden Prabowo Subianto dan Kenkulus, Kiss Bye dan Kecup Kening
“Pedagang itu sama dengan seorang komandan pasukan tempur, hampir sama, saya merasakan seorang pengusaha harus ambil keputusan, ya kan?”
“Kalau keputusannya salah, perusahaannya bangkrut. Kalau perusahaannya bangkrut, tidak bisa bayar gaji sekian ratus karyawan, ada yang sekian ribu, ada yang sekian puluh ribu,” jelasnya.
Untuk itu, menurut Prabowo, seorang pengusaha dan pedagang butuh keberanian yang sama dengan komandan atau panglima perang.
Baca Juga:
ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”
Hisense Berkolaborasi dengan “Phantom Blade Zero”, Hadirkan Pengalaman Gim RGB Generasi Baru
Hikvision Umumkan Kinerja Keuangan Periode 2025 dan Triwulan I-2026
Keputusan yang dibuat oleh seorang pedagang dan pengusaha juga tidak terlepas dari dinamika global yang tengah berkembang saat ini.
“Dia harus ambil keputusan, kadang-kadang ambil keputusan yang sangat berat, harus ambil risiko,” jelas Prabowo.
“Dan kadang-kadang, kita di Indonesia, usaha kita itu tergantung dari dunia. Ada perang di Ukraina memengaruhi kehidupan kita.”
“Harga pupuk naik, harga BBM naik. Iya kan? Barang-barang langka, kita mau cari aja susah, sparepart susah dan sebagainya,” sambungnya.
Pada dasarnya, pedagang harus berjuang, ambil keputusan dan menganalisis kondisi yang ada.
Untuk itu, ia mengajak semua pihak untuk terus menjalin hubungan baik dengan semua orang agar mereka dapat saling membantu saat kita mengalami kesulitan.***
Baca Juga:
TOKOH PENDIDIKAN GLOBAL BERKUMPUL DI SINGAPURA DALAM KONFERENSI PENTING YANG MEMBAHAS PERAN AI
Coda Perluas Upaya Pencegahan Penipuan melalui Kampanye Terbaru Guard Your Game









