Masyarakat Kampung Cijantur Butuh Akses Kesehatan yang Memadai

- Jurnalis

Senin, 2 Desember 2024 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masih terkendalanya akses bagi masyarakat dalam mengakses fasilitas dan pelayanan kesehatan menjadi urgensi yang cukup serius di desa Cijantur. (Dok. Zhufar Athalla Kurniawan)

Masih terkendalanya akses bagi masyarakat dalam mengakses fasilitas dan pelayanan kesehatan menjadi urgensi yang cukup serius di desa Cijantur. (Dok. Zhufar Athalla Kurniawan)

HARIANBOGOR.COM Kesehatan merupakan suatu hal yang menjadi kebutuhan bagi setiap masyarakat.

Bagi setiap masyarakat, kesehatan itu sejatinya menjadi hal sangat penting mengingat masyarakat yang di lingkungannya terdapat sarana dan prasarana kesehatan yang layak dapat optimal dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

Kesehatan juga termasuk kedalam hak asasi manusia yang hak-hak tersebut wajib dimiliki oleh setiap manusia.

Oleh karena itu pemerintah berkewajiban memberikan serta memenuhi hak-hak tersebut untuk masyarakat secara keseluruhan.

Melihat dalam Pasal 28 H ayat 1 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) Tahun 1945 menjelaskan bahwa, “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”.

Dengan ini dikatakan bahwa peran pemerintah aktif untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.

Berbicara mengenai pelayanan kesehatan, Pemerintah juga dituntut untuk memberikan fasilitas pelayanan kesehatan yang layak atau diartikan memberikan fasilitas pelayanan yang sesuai dengan standar tertentu yang dianggap layak, bukan memberikan fasilitas sekedarnya diberikan.

Kendati demikian dalam praktiknya fasilitas pelayanan kesehatan yang diberikan pemerintah tidak merata, banyak desa-desa yang belum memiliki puskesmas yang layak atau bahkan tidak memiliki sama sekali fasilitas kesehatan di lingkungannya.

Merujuk postingan beritasatu.com yang berjudul “Tiga Masalah Kesehatan yang Dihadapi Indonesia” disebutkan bahwa sekitar 9.599 puskesmas dan 2.184 rumah sakit yang ada di Indonesia dengan sebagian besar hal tersebut hanya berpusat di kota besar.

Akses yang Sulit Menjadi Problematika Masyarakat Cijantur

Kampung Cijantur yang terletak di Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor merupakan wilayah yang masih sulit untuk mendapatkan akses untuk layanan kesehatan.

Banyak Masyarakat kampung Cijantur yang enggan pergi ke puskesmas dikarenakan letaknya yang cukup jauh dari kampung.

Puskesmas yang terletak di Kecamatan Rumpin menjadi pilihan satu-satunya masyarakat Cijantur untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Masyarakat Cijantur menempuh jarak 12 Kilometer dengan waktu tempuh 33 menit untuk dapat berobat dan mendapatkan layanan kesehatan.

Selain letak puskesmas yang sangat jauh, medan jalanan yang tidak layak dilewati menjadi faktor yang membuat masyarakat disana enggan pergi ke puskesmas.

Jalanan yang penuh dengan batu dan tanah sudah menjadi makanan sehari-hari masyarakat kampung Cijantur.

Permasalahan akses dan fasilitas yang kurang dalam mengakses layanan kesehatan ini merupakan isu yang kompleks dan signifikan dalam perkembangan layanan kesehatan di Indonesia.

Dan sudah seharusnya juga pemerintah menyelesaikan permasalahan yang urgensi ini.

Susvil memboyong tujuh fakultas di UPNVJ dan berfokus kepada Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Teknologi dan Advokasi guna menjadi penggerak untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan hak mereka dalam berkehidupan.

Susvil juga berperan menjadi jembatan bagi masyarakat dan pemerintah agar nantinya masyarakat dapat diperhatikan lebih lanjut terkait dengan apa yang mereka butuhkan.

Masyarakat kampung Cijantur memiliki hak untuk mendapatkan fasilitas dan pelayanan yang baik dalam menunjang kesehatannya, peran pemerintah disini sangat dibutuhkan untuk memberikan apa yang dibutuhkan warga negaranya.

Dengan demikian Pemerintah dapat memenuhi hak-hak yang dibutuhkan masyarakat Cijantur untuk memenuhi kebutuhannya dan berperan sebagai jembatan bagi masyarakat agar bisa merasakan kehidupan yang layak di wilayahnya.

Melansir dari situs Kemenkes.go.id anggaran Kesehatan 2024 ditetapkan sebesar 5.6% yang naik 8.1% dari sebelumnya pada tahun 2023, anggaran tersebut dikatakan dialokasikan untuk transformasi sistem kesehatan, mendorong industri farmasi yang kuat dan kompetitif, meningkatkan akses dan kualitas layanan primer dan rujukan, serta menjamin tersedianya fasilitas pelayanan kesehatan yang andal dari hulu ke hilir.

Pemerintah dapat memaksimalkan anggaran untuk kesehatan guna memeratakan fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di desa-desa yang ada di pelosok daerah.

Sangat disayangkan jika anggaran tersebut tidak dapat memaksimalkan kualitas layanan kesehatan, karena yang dibutuhkan masyarakat adalah pelayanan kesehatan yang memiliki standar yang baik dan memadai. (Laporan: Zhufar Athalla Kurniawan)

Berita Terkait

Bogor Barat Butuh Banyak Sarjana dari Berbagai Disiplin Ilmu
Memanfaatkan AI, Fakultas Teknik UNJ Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat di SMA Plus Putra Melati
Viral di Medsos Pengakuan Pemohon Dimintai Uang, Sontang: Laporkan akan Saya Tindak Tegas
Kasus Jual Beli Jabatan ASN Bogor Disorot Aktivis Transparansi Publik, Minta Hasil Pemeriksaan Dibuka Secara Luas
Audiensi Kajari Kabupaten Bogor dan PPWI Perkuat Transparansi Penegakan Hukum Serta Pengawasan Publik di Daerah
Intip Cara Dokter Asal Cileungsi Ini Ajarkan Anak Hidup Bersih dan Sehat Lewat Metode ‘Si Kembar
Program Studi Teknologi dan Manajemen Pembenihan Ikan Sekolah Vokasi IPB Perkenalkan Budidaya Maggot sebagai Solusi Pakan Ikan Mandiri dan Ramah Lingkungan
Dr. Richard Lee Resmikan Masjid DRL di Bogor, Terinspirasi Kisah Nabi
Harian Indonesia Group (HIG) mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release, content placement, dan iklan. Penting untuk instansi, organisasi, dunia bisnis, dan tokoh publik. Kerja sama, hubungi: 08531-5557788

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 13:00 WIB

Hollyland Luncurkan LARK M3: Solusi Audio Nirkabel untuk Kebutuhan Produksi Multi-Person dan Multi-Kamera

Selasa, 22 September 2026 - 09:44 WIB

Huawei Luncurkan Solusi AI Practice LAB (AIPL), Hadirkan Paradigma Baru dalam Pengembangan SDM “Pendidikan + AI”

Selasa, 22 September 2026 - 08:15 WIB

Trinasolar Pasok Panel Surya untuk PLTS 25 MWp Bugallon di Filipina

Selasa, 22 September 2026 - 08:12 WIB

Huawei Luncurkan Arsitektur Komputasi UnifiedBus Terbaru untuk SuperPoD dan Klaster

Selasa, 22 September 2026 - 08:11 WIB

Huawei Luncurkan Solusi Fintelligent AI, Dukung Institusi Keuangan Global Wujudkan “Own Your AI, Own Your Intelligence”

Selasa, 22 September 2026 - 06:06 WIB

Huawei Hadirkan Intelligent WAN Architecture Target bagi ISP

Selasa, 22 September 2026 - 04:18 WIB

Huawei Luncurkan Publikasi “AIFW Technical White Paper” tentang Firewall Upgrade

Selasa, 22 September 2026 - 03:56 WIB

ASMAX Hadirkan Interkom Sepeda Motor dengan Layar di Ajang CIMAMotor 2026

Berita Terbaru