Penggunaan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis cloud terus meningkat di Indonesia, didorong oleh kebutuhan digitalisasi di berbagai sektor industri.
Salah satu faktor utama yang mendorong tren ini adalah perhatian yang semakin besar terhadap keamanan data bisnis.
Menurut Research Nester, pada tahun 2024 ukuran pasar implementasi ERP di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar USD 458,65 juta dengan proyeksi tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) sekitar 15,3% hingga 2037.
Secara khusus, model berbasis cloud diperkirakan akan menyumbang sekitar 55% dari pendapatan pasar ERP pada tahun 2037, yang menunjukkan bahwa ERP berbasis cloud juga akan menjadi kekuatan dominan di Indonesia.
Sistem ERP berbasis cloud memiliki keunggulan yang jelas dalam aspek keamanan informasi. Data dienkripsi baik saat penyimpanan maupun transmisi, dan hak akses pengguna diatur secara terperinci untuk mencegah akses tidak sah.
Selain itu, pemantauan real-time dan pemeriksaan berkala memungkinkan ancaman terdeteksi dan ditangani dengan cepat.
Hal ini menjadi fondasi penting untuk melindungi aset perusahaan dari meningkatnya ancaman siber seperti ransomware maupun insiden keamanan internal.
Secara khusus di Indonesia, dengan diberlakukannya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), kepatuhan terhadap keamanan dan regulasi menjadi persyaratan utama, dan ERP berbasis cloud membantu perusahaan memenuhi kewajiban tersebut sekaligus menjaga operasional bisnis tetap stabil.
Secara khusus, Pasal 17 UU PDP memberikan kewajiban kepada pengendali data untuk menerapkan langkah-langkah keamanan.
Baca Juga:
Sejalan dengan itu, ECOUNT, Mekari Jurnal, HashMicro, dan penyedia ERP lainnya di Indonesia mematuhi standar internasional ISO/IEC 27001 dalam rangka memperkuat keamanan data dan mengelola risiko keamanan informasi.
Sertifikasi tersebut menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan prosedur pengelolaan keamanan yang ketat.
Menurut Kurnia, Kepala Cabang ECOUNT Indonesia, “Keamanan data kini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pemilihan sistem ERP, terutama di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah yang semakin banyak mengadopsi ERP cloud dalam dua tahun terakhir.
Namun, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti kekhawatiran terkait keamanan data selama proses migrasi, keterbatasan pemahaman terhadap standar perlindungan data, dan kesiapan sumber daya manusia dalam mengelola sistem cloud.”
Baca Juga:
Sektor manufaktur, distribusi, perdagangan, dan jasa profesional merupakan beberapa yang paling responsif terhadap isu keamanan informasi.
Mereka membutuhkan sistem ERP yang tidak hanya dapat menjaga kerahasiaan data operasional dan transaksi, tetapi juga memungkinkan akses data secara real-time untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat.
Regulasi yang berlaku, termasuk UU PDP, juga mendorong perusahaan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap standar keamanan data.
Hal ini berkontribusi pada peningkatan kesadaran dan permintaan akan solusi ERP cloud yang memiliki fitur keamanan terintegrasi.
Dengan dukungan kebijakan dan kesadaran yang terus tumbuh, adopsi ERP cloud di Indonesia diperkirakan akan terus berkembang.
Namun, tantangan seperti kesiapan SDM, edukasi terkait keamanan data, dan pemahaman atas regulasi masih perlu mendapat perhatian agar implementasi teknologi ini dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.***
Baca Juga:
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Indonomics.com dan Harianindonesia.com
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Harianolahraga.com dan Indofemale.com
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Jabarraya.com dan Jatengraya.com
Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.
Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.
Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.
Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.
Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center













