Subsidi Harusnya Ringankan Beban Rakyat, Puan Maharani Tanggapi Kenaikan Harga Minyak Goreng Subsidi

- Jurnalis

Senin, 22 Juli 2024 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPR RI Puan Maharani. (Dok. Dpr.go.id)

Ketua DPR RI Puan Maharani. (Dok. Dpr.go.id)

HARIANBOGOR.COM – Subsidi seharusnya untuk meringankan beban rakyat, kalau memberatkan masyarakat, artinya kebijakan subsidi itu tidak efektif.

Harga minyak goreng rakyat itu diumumkan Mendag Zulkifli Hasan resmi mengalami kenaikan per Jumat pekan ini.

Namun sejak wacana kenaikan harga bergulir beberapa waktu lalu terjadi kelangkaan produk minyak goreng MinyaKita itu.

Dikutip Pangannews.com, pemerintah harus mengetatkan pengawasan terhadap distribusi minyak goreng bersubsidi merk MinyaKita.

Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan hal tersebut dalam
keterangan tertulis, dikutip Minggu, 21 Juli 2024 (21/7/2024).

“Subsidi seharusnya dimaksudkan untuk meringankan beban rakyat,” kata Puan Maharani.

“Kalau justru malah jadi memberatkan masyarakat, artinya kebijakan subsidi itu tidak efektif,” imbuhnya.

Temuan Adanya Kelangkaan Minyak Goreng Subsidi MinyaKita di Masyarakat

Masyarakat belakangan mengeluhkan terjadi kelangkaan produk MinyaKita di pasaran.

Sejak beredarnya informasi wacana kenaikan HET MinyaKita, minyak goreng subsidi pemerintah ini sudah mulai sulit didapatkan di pasaran.

DPR pun telah melakukan berbagai upaya pengawasan untuk mengatasi kelangkaan minyak di pasaran.

“Ada beberapa temuan yang didapat DPR, termasuk soal distribusi MinyaKita yang menurut kami pengawasan distribusinya masih perlu diperketat dan dioptimalkan.”

“Ini yang harus jadi catatan Pemerintah karena selain adanya kenaikan harga sebelum pengumuman, kelangkaan minyak goreng subsidi juga terjadi di pasaran,” ucap Puan.

Kenaikan Harga MinyaKita Diakui Pedagang Sudah Terjadi Sejak Idul Fitri

Harga MinyaKita diketahui banyak dijual Rp16 ribu per liter sejak belum adanya kenaikan harga yang diumumkan.

Menurut pedagang, kenaikan harga jual MinyaKita tersebut karena mereka juga mendapatkannya dengan harga yang sudah naik.

Bahkan kenaikan harga MinyaKita diakui pedagang sudah terjadi sejak Idul Fitri lalu hingga mencapai Rp17 ribu per liter.

Selain naik, pedagang pun mengaku sulit mendapatkan pasokan MinyaKita dari distributor sehingga menyebabkan kelangkaan.

Diduga, hal tersebut terjadi lantaran masalah harga yang membuat pengusaha minyak goreng enggan menjual produknya.

Ada juga dugaan penimbunan dan penyelewengan minyak goreng oleh oknum-oknum tertentu yang menyebabkan kelangkaan MinyaKita semakin parah.

Puan pun meminta ketegasan Pemerintah untuk melancarkan alur distribusi, sebab mahalnya harga MinyaKita hingga kelangkaan stok.

Awasi Dugaan Penimbunan dan Penyelewengan Minyak Goreng Bersubsidi

Hal itu membuat pedagang memilih menjual minyak goreng non-subsidi karena harganya tidak beda jauh.

Melalui komisi terkait, Puan memastikan DPR akan terus memantau masalah kelangkaan minyak goreng subsidi di pasaran.

DPR juga mendorong agar Pemerintah melakukan langkah penanggulangan kelangkaan MinyaKita secepat mungkin.

“Termasuk mengatasi dugaan penimbunan dan penyelewengan minyak goreng bersubsidi yang merugikan masyarakat.”

“Tindak tegas apabila ada pihak-pihak yang melakukan kecurangan.”

“Kalau tidak diatasi secepat mungkin, masalah minyak goreng ini bisa berdampak ke mana-mana.”

“Biasanya kenaikan harga sebuah produk akan mempengaruhi harga komoditas lain. Lagi-lagi rakyat yang akan semakin terbebani, dan itu harus kita hindari,” ujar Puan.

Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita Naik Jadi Rp15.700 per Liter

Diketahui, pemerintah telah menaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita menjadi Rp15.700 per liter yang akan mulai berlaku pada pekan depan.

Penyesuaian HET MinyaKita di tingkat konsumen menunggu penerbitan revisi Peraturan Menteri Perdagangan No. 49 Tahun 2022.

Di mana beleid itu mengatur HET minyak goreng subsidi seharga Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kilogram.

Awalnya HET MinyaKita diusulkan sebesar Rp15.500, namun karena nilai dolar AS menguat maka dipilih jalan tengah sebesar Rp15.700 per liter.

Kenaikan tersebut juga disebut menyesuaikan dengan kenaikan harga bahan pokok lainnya, seperti beras yang saat ini sudah mengalami kenaikan harga.
***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infobumn.com dan Bisnisidn.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Yogyaraya.com dan Hallopapua.com

Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Pastikan download aplikasi portal berita Hallo.id di Playstore (android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik.

Berita Terkait

Keamanan Data Jadi Pertimbangan Utama, ERP Cloud Makin Dilirik Pelaku Usaha di Indonesia
Komunikasi Visual Perusahaan Bertransformasi Lewat Galeri Foto Pers
Transparansi dan Kecepatan: Press Release Berbayar dalam Ekonomi Informasi Modern
15 Software ERP Terbaik untuk Mengelola Bisnis Lebih Efisien
Software ERP Koneksi Sebagai Solusi Cerdas untuk Hadapi Tantangan Harian Bisnis
EQUIP ERP: Solusi Cerdas Berbasis Digital untuk Tingkatkan Efisiensi Bisnis Anda
Mentan Pastikan Swasembada Jagung 2025, Produksi Nasional Surplus dan Stabil
Ridwan Kamil Jadi Corong Penumpang Saat Bandara Bungkam di Tengah Malam
Harian Indonesia Group (HIG) mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release, content placement, dan iklan. Penting untuk instansi, organisasi, dunia bisnis, dan tokoh publik. Kerja sama, hubungi: 08531-5557788

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 10:00 WIB

HIKMICRO Kian Gencar Berekspansi di Segmen Pasar Instrumen Industri Melalui Peluncuran Radar Level Meter Seri LRG10

Rabu, 15 April 2026 - 07:51 WIB

Laporan Resmi: “Power Grid Private Wireless Network” — Masa Depan Sistem Komunikasi Kritis di Sektor Energi

Rabu, 15 April 2026 - 07:36 WIB

Midea dan Keppel Berkolaborasi Mengembangkan Solusi Sistem Pendingin Modular Berbasiskan AI di Asia

Selasa, 14 April 2026 - 08:45 WIB

WPS 365 Tampilkan Solusi Perkantoran Terpadu Berbasiskan AI di Ajang GITEX ASIA 2026, Semakin Gencar Memperluas Jangkauan di Asia Tenggara

Selasa, 14 April 2026 - 07:54 WIB

Mengatasi Kendala Komponen Inti dalam Pencitraan Medis, VITAL MedTech Luncurkan Solusi Integrasi Vertikal di CMEF 2026

Selasa, 14 April 2026 - 04:03 WIB

Castrol Superbike Fest 2026 Tingkatkan Momentum Regional, Dukung Komunitas “Superbike” Menjelang Festival yang Segera Berlangsung di Nha Trang pada 29-31 Mei 2026

Senin, 13 April 2026 - 23:41 WIB

CBD Guangzhou 2026 Tampilkan Inovasi Dekorasi Bangunan Global dan Evolusi “Smart Home” pada Juli Mendatang

Senin, 13 April 2026 - 19:16 WIB

CGTN AMERICA & CCTV UN: UN Chinese Language Day Celebration Dengan Acara “Chinese Language Shining Civilizations”

Berita Terbaru