PROGRAM Studi Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sukses menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMA Plus Putra Melati, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, pada Kamis (18/6/2026).
Mengusung semangat transformasi pendidikan digital, tim dosen UNJ menghadirkan dua pelatihan sekaligus yang dirancang untuk memperkuat kapasitas para guru SMA di wilayah Jonggol dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Kegiatan pertama bertajuk “Membangun Kapasitas Guru SMA Jonggol dalam Pengembangan Soal Interaktif Berbasis Teknologi untuk Mewujudkan Pendidikan Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045” diketuai oleh Imam Nursyahied, M.Pd. Sementara itu, kegiatan kedua berjudul “Pelatihan Pemanfaatan AI untuk Membuat Materi Pelajaran bagi Guru SMA di Kecamatan Jonggol” dipimpin oleh Sarah Najla Hanifati, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya, Imam Nursyahied menjelaskan bahwa pengembangan soal interaktif berbasis teknologi bukan sekadar memindahkan kertas ke layar, melainkan mengubah paradigma evaluasi pembelajaran agar lebih adaptif dan menarik bagi generasi digital.
“Kami ingin para guru tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen instrumen evaluasi yang mampu mengukur kemampuan berpikir kritis siswa. Soal interaktif yang dikembangkan hari ini bisa langsung diimplementasikan di kelas masing-masing,” ujarnya di hadapan puluhan peserta yang antusias.
Pada sesi paralel, Sarah Najla Hanifati dan tim memandu para guru menyelami potensi kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan materi ajar yang lebih kaya dan personal.
Mulai dari memanfaatkan generative AI untuk menyusun modul, slide presentasi otomatis, hingga membuat ilustrasi dan bank soal adaptif hanya dalam hitungan menit.
“AI bukan ancaman, melainkan asisten cerdas yang bisa meringankan beban administrasi guru sekaligus meningkatkan kualitas konten pembelajaran. Kami berlatih langsung menggunakan berbagai platform AI yang aman dan mudah diakses,” ungkap Sarah.
Kepala SMA Plus Putra Melati Nurdin Lubis, S.Pd., yang turut hadir dan membuka acara, menyampaikan apresiasi mendalam kepada UNJ.
Baca Juga:
Dalian Menjadi Sorotan Global, Kota Ini Menjadi Tuan Rumah Summer Davos untuk Kesembilan Kalinya
ChinaMarket: Ujian Sesungguhnya Dimulai Saat Kontainer Tiba di Lokasi Proyek
Zendure Luncurkan Ekosistem Energi AI ZEN+ HOME di Ajang Intersolar 2026
“Ini merupakan kolaborasi yang sangat berharga. Dua pelatihan ini ibarat satu paket lengkap: guru belajar membuat evaluasi interaktif dan pada saat yang sama dibekali kemampuan menggunakan AI untuk menyusun materi. Tepat sekali untuk menjawab tantangan Kurikulum Merdeka,” katanya.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diisi dengan praktik langsung menggunakan perangkat laptop dan smartphone masing-masing peserta.
Para guru tampak bersemangat mencoba menyusun kuis dengan gamification serta membuat rencana pembelajaran berbasis proyek dengan bantuan AI.
Di akhir sesi, setiap peserta berhasil menghasilkan satu set soal interaktif dan satu contoh materi ajar berbantuan AI yang siap diujicobakan.
Baca Juga:
Gravity Game Unite (GGU) Luncurkan OBT Kedua PC MMORPG “Ragnarok Zero: Global”
Hisense Tampilkan Pesan “Innovating a Brighter Life” di FIFA World Cup 2026™
Taylor’s University Tempati Jajaran 1% Universitas Terbaik Dunia
Kedua ketua tim PkM berharap rangkaian pelatihan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Pendampingan daring akan dilanjutkan melalui grup diskusi, sehingga para guru tetap terhubung dan dapat saling berbagi praktik baik.
Inisiatif ini menjadi bukti nyata kontribusi Prodi Pendidikan Teknik Elektro UNJ dalam mendorong pemerataan kualitas pendidikan berbasis teknologi hingga ke wilayah pinggiran Jabodetabek, selaras dengan visi Indonesia Emas 2045.****








