Ternyata Sudah Ada Sejak Jaman Kerajaan Sunda, Inilah Sejarah Tentang Tionghoa di Cianjur

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 26 April 2023 - 07:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANINDONESIA.COM – Sejarah Tionghoa di Cianjur cukup panjang dan beragam, pada masa Kerajaan Sunda, terdapat beberapa pedagang Tionghoa

Pada awalnya, mereka datang ke daerah Cianjur untuk berdagang dan berkebun.

Namun, pada masa penjajahan Belanda, keberadaan Tionghoa di Cianjur semakin meningkat karena adanya perkebunan teh dan karet yang membutuhkan tenaga kerja.

Baca konten menarik lainnya, di sini: Asal-usul Nama Cianjur yang Sejarahnya Dapat Ditelusuri pada Masa Kerajaan Sunda

Pada awalnya, para pekerja Tionghoa di Cianjur bekerja sebagai buruh di perkebunan teh dan karet.

Namun, seiring dengan waktu, mereka mulai membuka usaha kecil seperti toko dan restoran.

Beberapa di antara mereka juga menjadi pemilik tanah dan membuka kebun sendiri.

Selain itu, ada juga sejarah keluarga besar Tionghoa di Cianjur yang terkenal, yaitu keluarga Kwee.

Keluarga Kwee memiliki perkebunan teh yang luas dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi di Cianjur pada masa itu.

Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, terjadi peristiwa yang cukup tragis terhadap komunitas Tionghoa di Cianjur.

Pada tahun 1947, terjadi pemberontakan PKI di daerah Cianjur yang memicu terjadinya pembantaian terhadap warga Tionghoa.

Ratusan orang tewas dan beberapa di antaranya merupakan anggota keluarga Kwee.

Namun, seiring dengan waktu, hubungan antara komunitas Tionghoa dan masyarakat Cianjur semakin membaik.

Mereka saling bekerja sama dalam bidang ekonomi dan sosial.

Saat ini, komunitas Tionghoa di Cianjur tetap mempertahankan budaya dan tradisi mereka.

Seperti perayaan Imlek dan upacara Qingming.***

Berita Terkait

Open Data Perizinan Frekuensi Radio: Transformasi dalam Peningkatan Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Spektrum Frekuensi Radio di Indonesia
Pembentukan Dewan Kawasan Aglomerasi Bukan untuk Ambil Alih Kewenangan Pemerintahan Daerah
Sapa Pendukungnya di Tugu Proklamasi, Gibran Rakabuming Raka: Ada Kejutan Berikutnya, Dtunggu Saja
PENTING BAGI CALEG: Pastikan Pemilih Kenal Dekat dengan Anda, Caranya? Publikasikan Kegiatan Soskam Anda
Investasi Tiongkok di Sektor Transportasi Catatkan Pertumbuhan Sebesar 13,4 Persen
Industri Telekomunikasi Tiongkok Catatkan Pertumbuhan yang Stabil dalam Kuartal Pertama Tahun 2023
Tiongkok Desak Amerika Serikat Komitmen untuk Musnahkan Persediaan Senjata Kimia Tahun Ini
Pemuda Tionghoa Tanggapi Pernyataan Hary Tanoesoedibjo, PSMTI Tak Bahas Politik Sama Sekali
Harian Indonesia Group (HIG) mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release, content placement, dan iklan. Penting untuk instansi, organisasi, dunia bisnis, dan tokoh publik. Kerja sama, hubungi: 08531-5557788

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 08:22 WIB

HiFS 2026: Huawei Percepat Transformasi “Agentic Banking”, Hadirkan Empat Solusi Keuangan Digital Utama Versi Terbaru

Senin, 25 Mei 2026 - 07:54 WIB

Hikvision Hadirkan Guanlan Encoding, Teknologi AI yang Pangkas Biaya Penyimpanan Video hingga 50%

Senin, 25 Mei 2026 - 06:00 WIB

SK Innovation E&S Memimpin Inovasi dalam Ekosistem Startup untuk Pemuda di Indonesia

Senin, 25 Mei 2026 - 05:48 WIB

CGTN: 75 Tahun Xizang: Harmoni Pembangunan dan Pelestarian Budaya Ciptakan “Keajaiban di Atap Dunia”

Senin, 25 Mei 2026 - 03:56 WIB

ZTE Rilis Laporan Keberlanjutan 2025, Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat AI

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:50 WIB

CGN Gelar “Open Day” Serentak di Lima Negara, Dorong Edukasi Energi Hijau dan Pertukaran Budaya

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:40 WIB

ATxEnterprise 2026 Tandai Transformasi AI di Dunia Usaha Asia Tenggara, Beralih dari Tahap Eksperimen Menuju Penerapan Nyata

Minggu, 24 Mei 2026 - 04:34 WIB

Peringati Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia, Shanghai Electric Perkuat Praktik Ramah Lingkungan di Berbagai Proyek Lokal

Berita Terbaru