HARIANINDONESIA.COM – Sejarah Tionghoa di Cianjur cukup panjang dan beragam, pada masa Kerajaan Sunda, terdapat beberapa pedagang Tionghoa
Pada awalnya, mereka datang ke daerah Cianjur untuk berdagang dan berkebun.
Namun, pada masa penjajahan Belanda, keberadaan Tionghoa di Cianjur semakin meningkat karena adanya perkebunan teh dan karet yang membutuhkan tenaga kerja.
Baca konten menarik lainnya, di sini: Asal-usul Nama Cianjur yang Sejarahnya Dapat Ditelusuri pada Masa Kerajaan Sunda
Pada awalnya, para pekerja Tionghoa di Cianjur bekerja sebagai buruh di perkebunan teh dan karet.
Namun, seiring dengan waktu, mereka mulai membuka usaha kecil seperti toko dan restoran.
Beberapa di antara mereka juga menjadi pemilik tanah dan membuka kebun sendiri.
Selain itu, ada juga sejarah keluarga besar Tionghoa di Cianjur yang terkenal, yaitu keluarga Kwee.
Keluarga Kwee memiliki perkebunan teh yang luas dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi di Cianjur pada masa itu.
Baca Juga:
Hikvision Hadirkan Guanlan Encoding, Teknologi AI yang Pangkas Biaya Penyimpanan Video hingga 50%
SK Innovation E&S Memimpin Inovasi dalam Ekosistem Startup untuk Pemuda di Indonesia
Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, terjadi peristiwa yang cukup tragis terhadap komunitas Tionghoa di Cianjur.
Pada tahun 1947, terjadi pemberontakan PKI di daerah Cianjur yang memicu terjadinya pembantaian terhadap warga Tionghoa.
Ratusan orang tewas dan beberapa di antaranya merupakan anggota keluarga Kwee.
Namun, seiring dengan waktu, hubungan antara komunitas Tionghoa dan masyarakat Cianjur semakin membaik.
Baca Juga:
CGTN: 75 Tahun Xizang: Harmoni Pembangunan dan Pelestarian Budaya Ciptakan “Keajaiban di Atap Dunia”
ZTE Rilis Laporan Keberlanjutan 2025, Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat AI
Mereka saling bekerja sama dalam bidang ekonomi dan sosial.
Saat ini, komunitas Tionghoa di Cianjur tetap mempertahankan budaya dan tradisi mereka.
Seperti perayaan Imlek dan upacara Qingming.***










