HARIANINDONESIA.COM – Presiden Jokowi mengadakan pertemuan dengan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) di Istana Negara, Jakarta, pada hari Senin 15 Mei 2023.
Dewan Kehormatan Senior PSMTI, Hary Tanoesoedibjo, menyatakan bahwa ini merupakan pertemuan perdana antara PSMTI dan kepala negara setelah organisasi tersebut berdiri selama 25 tahun.
“Hal yang paling penting dari pertemuan ini adalah silaturahmi karena ini adalah pertemuan pertama dalam 25 tahun bersama Presiden,” ujar Hary di halaman Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin 15 Mei 20223.
Hary menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, PSMTI juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Jokowi atas segala pencapaian dalam pembangunan Indonesia.
Salah satu pencapaian yang disoroti oleh PSMTI adalah kemampuan Presiden Jokowi dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional, bahkan di tengah pandemi COVID-19.
Baca artikel menarik lainnya di sini: Lengkap, Inilah Daftar Calon Presiden dan Calon Wapres 2024 yang Diserahkan Musra Kepada Presiden Jokowi
Hary menjelaskan bahwa PSMTI adalah sebuah perkumpulan yang terdiri dari warga Tionghoa di Indonesia dengan berbagai marga yang berbeda.
Berdasarkan data statistik, Hary menyebutkan bahwa jumlah warga Tionghoa di Indonesia mencapai lebih dari tujuh juta orang, dengan sebagian besar di antaranya merupakan pengusaha.
Selain menjalin silaturahmi, PSMTI juga menyatakan dukungan mereka terhadap calon presiden yang didukung oleh Presiden Jokowi.
Baca Juga:
Sebanyak 23 rookie tampil di IBL All Indonesian 2026, Satya Wacana terbanyak
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
“PSMTI juga menekankan bahwa siapapun calon yang didukung oleh Pak Jokowi, pasti akan mendapatkan dukungan dari PSMTI.”
“Intinya, PSMTI menegaskan pentingnya kelanjutan dan kontinuitas atas pencapaian-pencapaian yang telah dicapai oleh Presiden Jokowi, baik dari segi ekonomi maupun politik,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara, Pratikno.***









